Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Senin, 26 Juli 2010


SEJARAH SMPN 2 PURBALINGGA

Tahun 1964 – 1969
Sempat tanggal 31 Juli 1964 di Purbalingga
hanya ada satu buah SMP Negeri,namun berdasar SK Mentri
No.80/SK/III lahirlah sebuah SMP baru pecahan dari SMP
Negeri Purbalingga tersebut di atas.

Induknya menjadi SMP Negeri 1 Purbalingga dan pecahannya
menjadi SMP Negeri 2 Purbalingga.

Mulai 1 Agustus 1964 di Jalan Letkol Isdiman
No.194 Kelurahn Bancar,Kecamatan Purbalingga berdiri SMP
Negeri 2 Purbalingga dengan Kepala Sekolah Bapak Soewardi
Soemudarsono.Modal awal adalah merubah rumah biasa untuk
menjadi ruang kelas yang sangat sederhana.Bapak Soewardi
Soemodarsono menjabat Kepala Sekolah hingga tahun 1969
menghasilkan 10 ruang kelas,1 ruang guru dan 1 ruang
Kepala Sekolah.

Tahun 1969 – 1971
Kepala Sekolah paengganti adalah Bapak R SP
Soekarsono.

Kesepakatan kemajuan SMP Negeri 2 Purbalingga mendapat
uluran kerjasama dari Komandan Bataliyon 402 Bojong untuk
menyelenggarakan kelas jauh di dalam kompleks asrama
Bataliyon 402 Bojong.Kelas jauh menampung 3 kelas umumnya
putra-putri asrama dan diindukanyapun berkembang menjadi
18 kelas.
Dengan 21 kelas Bapak SP Soekarsono menjabat hingga tahun
1971.

Tahun 1971 – 1983
Tahun 1971 hingga 1983 SMP Negeri 2
Purbalingga di jabat oleh Bapak Soedarsono sebagai Kepala
Sekolah.
Kepercayaan masyarakat semakin meningkat.Kelas jauh di
dalam asrama ahirnya di pindahkan ke desa Jati Saba yang
jaraklnya relative lebih dekat dengan sekolah induk.

Jumalh siswa yang belajar di SMP Negeri 2 Purbalingga saat
itu mencapai 22 kelas.Bapak Soedarsono pada tahun 1983 di
mutasikan ke SMP Negeri 3 Purbalingga.

Tahun 1983 – 1994
Pengganti Bapak Soedarsono adalah Bapak
Soewito,BA Kepala SMP negeri 1 Purbalingga.Di bawah
bimbingan Bapak Soewuito,BA SMP N 2 Purbalingga mengalami
penyempurnaan dan perampingan jumlah kelas.Kelas 1,II dan
III masing-masing di buat hanya 6 Kelas sehingga jumlahnya
di buat selalu tetap sebanyak 18 Kelas.Kelas jauh
ditiadakan,semua belajar di Jin.Letkol Isdiman No.194
Purbalingga.Karena purna tugas Bapak Soewito,BA
meninggalkan SMP Negeri 2 Purbalingga pada tahun 1994.

April 1994
Sebelum ada pengganti Bapak
Soewito,BA,Kepala Sekolah di rangkap oleh Kepala SMP
Negeri 3 Purbalingga.Bapak Roesnadi dari tanggal1 April
1994 hingga tanggal 28 April 1994.

Tahun 1994 – 1997
Berdasarkan SK menteri Pendidikan dan
Kebudayaan R.I Nomor : 00674 /
I03.d.1/Ca.3.94 tgl. 25-4-1994, Bapak Wahjo Susapto, BcHk
secara resmi
menjadi Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga. Bapak Wahjo
Susapto, BcHk, seperti juga Bapak Roesnandi ,Bapak
Toekiman, BcHk,Bapak AL. Suhardi ,Bapak Bambang Goemono,
Ibu Soeharlin dan Bapak Drs.Suyitno semula adalah Guru SMP
Negeri 2 Purbalingga yang sangat berprestasi sehingga
ditugaskan untuk menjadi Kepala Sekolah.

Bapak Wahjo Susapto, BcHk yang juga mantan
Anggota DPRD Tk.II Kabupaten Purbalingga ini segera
menyentuh SMP Negeri 2 Purbalingga dengan program
penyempurnaan baik fisik bangunan, administrasi
,kekeluargaan, K3 maupun peningkatan prestasi.

Melalui Surat Ka. Kanwil DepDikBud. Propinsi
Jawa Tengah Nomor : 0764/I03.d/F/97 Tertanggal : 12 Mei
1997 nama SMP Negeri 2 Purbalingga berubah menjadi SLTP
Negeri 2 purbalingga.

Berkat naluri seni dan prakarsa Bapak Wahjo
Susapto, BcHk yang didukung oleh semua personil yang ada
di SLTP Negeri 2 Purbalingga serta dukungan dari pihak
BP.3 kami berhasil mendapat predikat sebagai yang terbaik
di bidang K.3 / Wawasan Wiyata Mandala di Tingkat
Kabupaten Purbalingga sekaligus diberi kepercayaan untuk
mewakili Kareidenan Banyumas mengikuti Lomba Wawasan
Wiyata Mandala Tingkat Propinsi Jawa Tengah tahun 1997.

Mars SMP Negeri 2 Purbalingga

Sebagai rasa ungkapan atas kebanggaan dan
rasa cintanya terhasdap sekolah beserta para siswanya maka
pada tahun 1969 Bapak Wahjo Susapto , BcHk yang pasa saat
itu masih menjadi Guru Seni Musik dan PMP ( 1967 – 1985 )
mengubah sebuah lagu khusus bagi SMP Negeri 2 Purbalingga
( saat itu ) yaitu lagu Mars SMP Negeri 2 Purbalingga.
Hingga kini lagu tersebut pun menjadi lagu wajib untuk
diajarkan terutama bagi siswa baru.

Surya Sengkala

Atas prakarsa Wahjo Susapto, BcHk ,sebagai
lambang keramah-tamahan SLTP Negeri 2 Purbalingga
dibangunlah gapura lengkung yagn seakan selalau memeluk
siapapun yag datang. Garuda Emas berdiri anggun
,tegar,perkasa seakan menjadi wajah yang khas bagi SLTP
Negeri 2 Purbalingga.

Sejarah berdirinya SLTP Negeri 2 Purbalingga
tersurat dalam surya sengkala di lengkung gapura “ Karya
Raras Aruming Putra “ mempunyai makna : pekerjaan yang
harmonis akan membawa kejayaan bagi para siswa.Disaming
itu juga memiliki makna tahun 1964, tahun berdirinya SLTP
Negeri 2 Purbalingga.

Ke-ikut sertaan SLTP Negeri 2 Purbalingga
dibawah bimbingan Bpk.Wahjo Susapto , BcHk dalam Lomba
Wawasan Wiyata Mandala Tingkat Propinsi Jawa Tengah juga
merupakan nilai kumulatif dari karya yang selaras dari
semua pihak , saling bahu membahu dan saling melengkapi
agar dapat mencapai prestasi optimal.

Tahun 1998 – 2003
Sejarah pergantian Kepala Sekolah kembali
terulang .Lewat surat keputusan
No.6640/103.d.1/Ca3/1998,Bapak Sutanto,S.Pd dari Kepala
|SMP Negeri 1 Kaligondang mutasi ke SLTP Negeri 2
Purbalingga tercinta menggantikan Bapak Wahjo Susapto
BcHk yang purna tugas.

DORAEMON Lah...Lah....LAh.....


Doraemon (ドラえもん) adalah judul sebuah manga populer yang dikarang Fujiko F. Fujio (藤子・F・不二雄) sejak tahun 1969 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5 SD yang bernama Nobi Nobita (野比のび太) yang didatangi oleh sebuah robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22. Dia dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial — yang akan terjadi di masa depan — yang disebabkan karena kebodohan Nobita.

Nobita, setelah gagal dalam ulangan sekolahnya atau setelah diganggu oleh GiantSuneo, akan selalu mendatangi Doraemon untuk meminta bantuannya. Doraemon kemudian biasanya akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih dari kantong ajaibnya; peralatan yang sering digunakan misalnya "baling-baling bambu" dan "Pintu ke Mana Saja". Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar. dan

Pada bulan Desember 1969, manga Doraemon terbit berkesinambungan dalam 6 judul majalah bulanan anak. Majalah-majalah tersebut adalah majalah YoikoYōchien (taman kanak-kanak), Shogaku Ichinensei (kelas 1 SD), Shogaku Yonnensei (kelas 4 SD), dan sejak 1973 majalah Shogaku GogenseiShogaku Rokunensei (kelas 6 SD). Cerita yang terkandung dalam majalah-majalah itu berbeda-beda, yang berarti pengarang cerita ini harus menulis lebih dari 6 cerita setiap bulannya. Pada tahun 1979, CoroCoro ComicDoraemon. (anak baik), (kelas 5 SD) dan diluncurkan sebagai majalah

Sejak pertama kali muncul pada tahun 1969, cerita Doraemon telah dikumpulkan dan dibagi ke dalam 45 buku yang dipublikasikan sejak tahun 1974 sampai 1996, dan telah terjual lebih dari 80 juta buku pada tahun 1992. Sebagai tambahan, pada tahun 2005, Shōgakukan menerbitkan sebuah serial tambahan sejumlah 5 jilid dengan judul Doraemon+ (Doraemon Plus), dengan cerita yang berbeda dari 45 volume aslinya.

Doraemon dikirim kembali ke masa Nobita hidup oleh cicit Nobita, Sewashi, untuk memperbaiki kehidupan Nobita agar keturunannya merasakan kehidupan yang lebih baik. Dalam kehidupan aslinya (tanpa dibantu Doraemon), Nobita gagal dalam pelajaran sekolahnya, gagal dalam karir, dan meninggalkan keluarganya dengan masalah finansial.

Cerita terfokus tentang kehidupan sehari-hari Nobita, tokoh utama cerita ini. Doraemon memiliki sebuah kantung 4 dimensi yang ia isi dengan benda-benda dari masa depan. Seringkali Nobita datang merengek-rengek karena masalah di sekolah atau di lingkungannya, setelah memohon atau memaksa, Doraemon akan mengeluarkan sebuah alat yang membantu Nobita menyelesaikan masalah, membalas dendam, atau hanya sekedar pamer ke teman-temannya.

Bagaimanapun, Nobita biasanya bertindak terlalu jauh, mengacuhkan saran atau perintah Doraemon, dan mengakibatkannya terjerumus ke masalah yang lebih dalam. Terkadang, teman Nobita (biasanya Suneo atau Giant) mencuri alat tersebut dan berakhir dalam kekacauan karena salah menggunakannya.

Minggu, 25 Juli 2010

Saya juGA mAsih pNya koLeksi Foto teMan saya....
gMbar pErtAma aDa AniSa WardAni... dya nAk'n cEreWet baNget.... nAmun dya juGa aNak p0Ndok Loh,,,,,



















yG keDua ni dA Dian.... dya nAx'n sok... NarCis... diMna da CamEra dStu aDa dya.....











dAn gAmbAr yG teRakhir..... dA WiLly n Safit.... dya aNakkNya Rajin Loh.... giAt beLajar... BekErja... mAkAn... TidUr....

ItuLah CeriTa teNtang TemAn'' saYA....

Rabu, 14 Juli 2010


Bintang malam kemanakah ia gerangan?
Tak sedikitpun ia meninggalkan jejak
juga bayang… siang atau malam
Adakah rindu ini harus kugenggam,
Hingga esok hari kujelang…

Ku menyayanginya dari lubuk hati
Tetap merindunya meski t’lah pergi
Ku hanya ingin melihat, namun itu pun tak mungkin lagi
Tidakkah rasa ini harusnya mati

dan hilang dari hidupku ini

Senin, 12 Juli 2010

Kasih Sayang Seorang Ibu


Hati seorang ibu adalah ruang kelas tempat anaknya belajar..
"The mother's heart is the child's schoolroom"
Seorang gadis kecil ditanya, rumahnya dimana, dan menjawab, "dimanapun ibuku berada".

" A little girl, asked where her home was, replied, "where mother is"

PEMBUKAAN
(Preambule)


Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat dan rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan Rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Minggu, 11 Juli 2010

AntaRa CiNta dAn Rasa SuKa


PeraSaan ciNta iTu dimuLai dAri Mata,, seDangKAn rAsa suKA dimuLAi dAri teLinGa..... Jadi jiKA qmu mAu beRhenti MeNyukAi seSeoRang,,, cuKup deNGan meNutup teLinGa... Tapi apAbiLa qmu meNutup mAtaMu dAri oRang yG qmu ciNtai,,, ciNta iTu beRubah meNjadi TitiSan aIr mAta dAn teRus tinGgaL diHatimu dLAm jRak wAktu yG cuKup Lama.........

NasiHat dAri oRang Kaya




1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG…. 2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN… 3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman (feel good) 4. Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman. 5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan. 6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda. “Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia…